Beranda Tulang Bawang Barat Tubaba Kembali ke Masa Lalu dan Pergi ke Masa Depan

Tubaba Kembali ke Masa Lalu dan Pergi ke Masa Depan

22
0

Panaragan – Di Tengah Gemerlap Kehidupan Masa Kini Umar Ahmad Bupati Kabupaten Tulang Tulang Barat Provinsi Lampung Justru Mengajak Pulang ke Masa Lampau dan Kembali ke Masa Depan.” Tubaba Juga Membangun Situs Megalithic Sebagai Peradaban Sejarah Baru Setelah 5000 Tahun Yang Silam.

Memasuki hari kedua kegiatan megalithic milenium art yang di gagas bupati tubaba umar ahmad bersama mbah.suprapto suryo darmo beberapa waktu lalu.” Pada hari jum’at tanggal 24/1/2020 di isi dengan kegiatan workshop yang di ikuti oleh siswa dan siswi smp – sma sederajat dengan pemateri Peter Chin, Katsura Kan, Margit Galanter.

Apa itu megalithic milenium art? adalah seni milenium megalitik. pertanyaan itu tentunya ada dalam setiap benak masyarakat yang hadir dan melihat langsung kegiatan tersebut pada saat pembukaan kamis kemarin.” Untuk memperoleh jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di benak para warga baik yang menyaksikan secara sepintas lalu atau yang hanya mendengar saja melalui penyampaian dari teman,sahabat atau rekan.

Melalui tulisan ini kami ingin sedikit mengupas tentang kegiatan yang digagas oleh suprapto suryo darmo bersama kepala daerah kabupaten tubaba umar ahmad bertajuk.’ megalithic milenium art atau seni milenium megalitik. Lewat kegiatan budaya ini umar ahmad ingin mengajak kita masyarakat tubaba khususnya, umumnya masyarakat lampung untuk kembali ke masa lampau dan pulang ke masa depan ( back in the past and go in the future.)

Mengapa di anggap penting sebuah peradaban dan kebudayaan, dalam kurun waktu yang singkat mungkin sebuah peradaban bukan sesuatu yang menjadi penting, namun, untuk jangka waktu yang lama dan panjang budaya dan peradaban adalah peninggalan serta sejarah pada masa lampau, hal itulah yang sedang di torehkan oleh bupati tubaba umar ahmad melalui kegiatan tersebut, dirinya sedang membuat situs sejarah baru dan peradaban untuk masa depan.

( The importance of uniting in time by harmonizing the soul and the environment.)
Pentingnya menyatukan diri dalam waktu dengan menyelaraskan jiwa beserta alam sekitar.” sehingga antara alam semesta dan diri kita benar – benar saling mengisi energi, dan tentu hal itu jika dapat kita lakukan dengan baik akan menjadikan diri kita kaya akan rasa.”

Pentingnya sebuah peradaban di bangun sejak dini disampaikan pula oleh budayawan lampung
Ansyori jausal pada saat mengikuti kegiatan yang bertajuk seni millenium megalitik yang bertempat di kota ulluan nughik,las sengok,balai adat sesat agung bumigayo di wilayah setempat.” Salah satu tokoh lampung tersebut mengungkapkan pentingnya penguatan budaya juga di harapkan mampu menangkal dalam menghadapi globalisasi terlebih masyarakat lampung khususnya yang terdiri dari berbagai macam dan ragam suku dan budaya, hal itulah yang mejadikan suatu daerah memiliki karakteristik tersendiri.ujarnya

” Globalisasi adalah globalization yang bersifat universal atau menyeluruh, sehingga perlu persamaan misi dalam rangka mempertahankan nilai-nilai budaya tersebut,baik itu budaya kearifan lokal, budaya – budaya daerah dari suku – suku yang ada di tubaba dan budaya dari mancanegara yang hadir dan berkomitmen melalui kegiatan megalithic milenium art serta kelestarian alam itu sendiri.”

Ansyori jausal menambahkan, pada kegiatan tersebut juga di laksanakan pelepasan kura – kura yang di anggap sebagai simbol keberlangsungan, sebagaimana kita ketahui bersama bahwa kura – kura mampu hidup hingga ratusan tahun.” Dirinya berharap kepada seluruh masyarakat tubaba untuk dapat melihat jauh ke masa depan dan mendukung penuh kegiatan yang sedang di lalsanakan tersebut. Tutupnya

Penulis : Zul/1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here