Beranda Tanggamus Sudirman, Keluhkan Surutnya Dana Bantuan Disabilitas

Sudirman, Keluhkan Surutnya Dana Bantuan Disabilitas

14
0

Tanggamus, – Menderita kelumpuhan sejak tahun 1997, salah seorang penerima Dana Bantuan Disabilitas Sudirman warga Talang Rejo Pekon Umbul Buah Kecamatan Kotaagung Timur Kabupaten Tanggamus keluhkan surutnya dana bantuan Pemerintah dari tahun 2017 hingga tahun 2019, di karenakan adanya ATM yang baru di keluarkan.

Sudirman menjelaskan, saat menerima bantuan bentuk ATM yang di antarkan Basuki selaku Pendamping disabilitas dengan keadaan PIN sudah dibuka dan Sudirman belum mengetahuinya.

Dengan Anggaran 300 Ribu perbulan, dirinya menyangkal bahwa dana tersebut tidak sama terhitung dalam pengambilannya, di tahun 2017 sampai 2018 hanya 1 jt 500 ribu rupiah masing-masing tahunnya, 2019 hanya 2 bulan dan senilai 545 ribu rupiah.

Sebelumnya Kepala Dinas Sosial Zulfadli menjelaskan bahwa Dinsos tidak ada kewenangan terkait bantuan disabilitas, dirinya juga menjelaskan bahwa anggaran bantuan Disabilitas Rp.300.000,- 1 bulan x 12 Bulan (29/1).

“Program itukan dari kementerian berdasarkan usulan, tahun ini juga belum tentu dapat kembali, karna itu larinya bukan ke kami melainkan ke dinas sosial provinsi. Untuk anggaran bantuan disabilitas itu benar Rp300.000,- perbulan untuk perorang selama setahun, dan itu juga pengambilannya disaat sedang dibutuhkan saja, tidak serta merta sebulan langsung di ambil,” katanya.

Pengambilan tarik tunai direkening oleh penerima selama dibutuhkannya uang untuk kebutuhan, Zulfadli juga menyampaikan bahwa setiap pendamping di bolehkan mengambil tarik tunai tersebut.

“Boleh saja pendamping itu mengambil tarik tunai, asal hanya mendampingi karna penerima inikan pastinya kurang pengalamannya dan juga cacat fisik. Dan juga kalaupun pendamping mengambilkan di bank itu kan pasti ditanya surat pengambilannya sama pihak bank, kalo namanya salah satu dijit saja pasti tidak bisa cair,”jelasnya.

Tak hanya itu, Bantuan yang didapatkan penerima Rp.300.000×12 bulan kita hitung Rp3.600.000 selama setahun itu tidak ada potongan sedikitpun untuk pendamping.

“Seharusnya tidak ada potongan sedikitpun untuk pendamping, karna pendamping itukan mempunyai honornya sendiri, dan kami dinas sosial tidak mempunyai kewenangan dengan pendamping, itu lansung dari kemensos,” ujarnya.

Penulis : AJOI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here