Beranda Tanggamus Sevila, Balita Usia Lima Tahun di Tanggamus, Butuh Uluran Tangan

Sevila, Balita Usia Lima Tahun di Tanggamus, Butuh Uluran Tangan

77
0

Tanggamus, – Sevila Latifa Anggraeni (5), putri dari Budi Purwanto warga Pekon Tanjung Anom, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus, butuh uluran tangan. Akibat demam panas tinggi hingga tak sadarkan diri, Sevila dirawat di RSUD Kabupaten Pringsewu, keterbatasan biaya dan tidak adanya BPJS menjadi kendala Budi Purwanto (38) membiayai putrinya. Sabtu, 30 Mei 2020.

Dikatakan oleh Kefri (37) warga Pekon setempat bahwa, selama ini Budi Purwanto pernah menceritakan prihal sakit yang diderita anaknya. Dirinya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membiayai pengobatan anaknya, baik secara medis maupun pengobatan alternatif.

“Karena keterbatasan biaya dan belum memiliki BPJS, terpaksa untuk pengobatan semampunya. Bahkan saat dibawa ke RS di Pringsewu, kita sebagai tetangga tidak dikasih tahu, kami baru mengetahuinya dari Medsos Facebook, ada postingan open donasi gadis mungil Sevila Lativa Anggraeni (5) asal Pekon Tanjunganom,”katanya.

“Kami langsung inisiatif adakan penggalangan dana dimulai dari sesama kawan-kawan kerja dan setelah terkumpul nantinya akan kami serahkan langsung ke Budi Purwanto,”ungkap Kefri Susilo via messengger Facebook.

Sementara kutipan dari postingan di Facebook menerangkan ,
Gadis kecil yang cantik ,saat ini dirawat di RSUD Pringsewu dalam kondisi memprihatinkan, demam, panas tinggi, kejang, lumpuh & tak sadarkan diri. Ketiadaan biaya & BPJS yang belum diurus jadi kendala bagi orang tua ananda untuk mengupayakan pengobatan terbaik bagi ananda.

Sekitar 6 bulan yang lalu, saat bermain dengan kawan- kawan sebayanya, dia terjatuh, awalnya masih bisa bermain dan beraktifitas seperti biasa, walaupun tampak ada sedikit tonjolan dipinggulnya. suatu hari saat sedang bemain tiba tiba, ananda Sevila terjatuh lemas dan tidak bisa berjalan kembali.

Berbagai macam usaha telah ditempuh oleh orangtuanya, baik alternatif maupun medis demi kesembuhan sang buah hati.

Namun, karena mahalnya biaya dan akan membuat BPJS sesuai alamat KTP, terpaksa saat ini mereka pulang ke kampung halaman (Pekon Tanjung Anom Kecamatan Kotaagung Timur Kab.Tanggamus,) yang sebelumnya tinggal di Tanggerang.

Selanjutnya pengobatan Sevila hanya dibawa ke alternatif untuk dipijat. Sampai suatu hari tonjolan yang ada di pinggul dan leher Sevila malah semakin membesar ditambah panas tinggi dan diare.

Hingga berita ini ditanyangkan pihak pemerintah Pekon setempat belum bisa dikonfirmasi untuk memberikan tanggapan ada warganya yang membutuhkan uluran tangan.

 

Penulis : Tim AJOI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here