Beranda Tanggamus Penerima Bansos PIP Keluhkan Pengelolaan Yang Tidak Transparanan

Penerima Bansos PIP Keluhkan Pengelolaan Yang Tidak Transparanan

128
0

Tanggamus, – Orang Tua murid penerima bantuan sosial (Bansos) Program Indonesia Pintar keluhkan dengan ketidak transparanannya tentang bansos PIP di Sekolah Dasar Negeri 1 Kampung Baru oleh oknum sekolah. Senin, 13 April 2020.

PIP ialah salah satu Program Bansos Pemerintah Pusat, untuk membantu pelajar yang kurang mampu dan membangkitkan semangat belajar kurang mampu.

Kepedulian Pemerintah terhadap masyarakat yang kurang mampu ini menjadi tidak nyaman karna kurang transparannya para oknum di sekolah tersebut. Dalam hal ini, KPM orang tua murid yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan ke awak media yang tergabung di AJO Indonesia, bahwa dirinya sempat mendapatkan Bantuan PIP.

“Dulu itu anak saya pernah dapat bantuan pada kelas 3 SD saja, dengan menarik uang tunai di bank BRI senilai Rp450.000, hanya sekali saja,”katanya.

Lanjut KPM, saya tidak penasaran kalau belum pernah mendapatkan, inikan anak saya pernah dapat, sedangkan temannya anak saya sudah empat kali mengambil bantuan itu, paparnya.

Kpm menjelaskan bahwa dirinya sudah pernah mempertanyakan hal tersebut kepada oknum guru di sekolah.

“Pernah juga saya tanyakan dengan gurunya disekolah, kenapa anak saya kok enggak dapat bantuan lagi, sedangkan yang lain sudah empat kali ambil bantuan itu. Jawab gurunya, nanti mau di cek lagi, sampai sekarang bantuan itu enggak ada. Kalau memang ada pengalihan, saya mau minta keterangan pengalihannya biar saya enggak penasaran,”ungkapnya.

Tak hanya itu, Kpm juga mengeluh tentang Baju Batik milik anaknya yang sampai saat ini belum juga mendapatkannya.

“Bukan itu saja, Baju batik di sekolah punya anak saya juga belum dapat, bayarnya dari anak saya kelas 4 sampai saat ini belum mendapatkan, dengan alasan belum jadi. Saya ini sedih liat orang lain pakai baju batik baru, sedangkan anak saya masih pakai baju batik yang lama, kadang bajunya udah sobek saya jaitin lagi biar anak saya sekolah, ya mau gimana lagi, kami ini orang enggak punya, kerja aja upahan sana sini untuk nyekolahin anak,”teranganya.

Kpm berharap agar bansos milik anaknya itu bisa transparan agar dirinya tidak penasaran.

“Saya berharap bantuan PIP itu transparan, kalau memang tidak dapat. Dan juga bajunya tolong dibuat, kasian anak saya pakai baju sobek terus,”pintanya.

Sampai diterbitkannya berita ini, pihak terkait belum bisa di konfirmasi.

 

Penulis : Tim AJOI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here