Beranda Tulang Bawang Penderita Hidrocefalus Butuh Uluran Tangan Pemerintah Daerah

Penderita Hidrocefalus Butuh Uluran Tangan Pemerintah Daerah

17
0


Panaragan – Menderita Hidrocefalus Sejak Kelahiranya Wilda Indiani (3), seorang Balita di Tiyuh (Desa) Tirta Kencana, Rk03/Rt10 Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat.” Butuh Uluran Tangan Dermawan.

Bayi kembar buah dari pasangan Bambang Susilo 44 dan Sri Wahyuni 33 sejak lahir langsung dilakukan operasi di bagian kepala serta tulang punggung. tindakan media dilakukan RS Abdul Muluk Bandar Lampung,tetapi hingga kini sakitnya tidak juga mengalami kesembuhan.o

Bambang Susilo ayahanda Wilda kepada awak media mengatakan, hingga saat ini kepala anaknya masih mengalami Hidrosefalus dengan membesar ke bagian belakang, bahkan akibat penyakit yabg diderita anak tersebut tiap bulan mengalami sakit panas tinggi sehingga harus dirawat di rumah sakit.

” Wilda sudah berumur hampir 3,5 tahun, namun kesehariannya hanya bisa terbaring dikasur lantaran belum bisa jalan sementara adik kembarnya normal dan tumbuh dengan baik. Memang dia sudah kami bawa operasi kepala dan tulang punggungnya (mokel)  tetapi belum juga sembuh,” ujar Bambang yang keseharian mencari nafkah dari buruh sadap karet, Senin (24/2/2020)

Dituturkanya, anak kedua mereka tersebut hingga kini masih sakit-sakitan, kepalanya masih besar walaupun menurut dokter fisiknya tidak berubah bahkan ketika sakit keras Wilda harus dibawa ke rumah sakit.

” Setiap ke rumah sakit untuk kontrol tiap bulannya kami bawa pakai motor sementara kondisi tubuhnya lemah kadang langsung masuk angin. Selama ini dalam mengobatinya mengandalkan BPJS mandiri, Kami sudah mencoba mengurus agar bisa mendapatkan BPJS dari pemerintah daerah sejak 2019, namun hingga saat ini belum juga keluar,” ungkapnya

Dia menambahkan, pada bulan lalu keluarganya berusaha membawa Wilda ke RSUD Menggala untuk melakukan Scanning menyeluruh kepala Wilda, dan fisiotrapi lantaran hingga berumur 3 tahun belum bisa berjalan.

” Sebenernya untuk mengobati Wilda kami sudah tidak mampu, tapi harus bagaimana namanya anak walaupun kami juga sering mendapat bantuan dari keluarga besar. Keseharian kami hanya sebagai buruh sadap yang hanya cukup untuk menghidupi keluarga dengan tiga anak,” keluh Bambang Susilo.

Dirinya berharap ada perhatian khusus dari pemerintah daerah baik pelayanan kesehatan melalui BPJS maupun kendaraan ambulan jika Wilda mengalami sakit keras yang harus ditangani oleh dokter.

” Untuk terus merawat Wilda, kami butuh perhatian pemerintah dan lainnya, karena tiap bulan anak saya perlu dirawat bahkan kalau sudah sakit harus dirawat hingga berhari-hari sementara kalau anak saya sudah sakit saya tidak bisa mencari nafkah karena harus menemaninya, kalau sudah sakit saya angkat tangan,” pungkasnya.

Sementara Kepalo Tiyuh Tirta Kencana, Samidi membenarkan terkait warganya yang mengalami penyakit hidrosefalus tersebut, dirinya mengatakan saat ini tengah mengupayakan agar keluarga Wilda bisa mendapatkan BPJS yang dijamin oleh pemerintah daerah Kabupaten Tubaba.

” Kami sedang upaya agar BPJSnya tidak mandiri lagi, sebab kasihan setiap bulan harus mengurus anak tersebut kotrol dirumah sakit sementara dia juga tiap bulan harus membayar iuran BPJSnya,” singkatnya.tutupnya

Penulis ; Zul/1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here