Beranda Kriminal Kronologis Penangkapan Pelaku Pemerasan Modus Video Syur

Kronologis Penangkapan Pelaku Pemerasan Modus Video Syur

33
0

Lampung Utara – Kronologis penangkapan pelaku pemerasan dengan modal poto-poto bugil dan video hubungan intim oleh tim Resmob Polres Lampung Utara dilakukan setelah dipersembunyiannya berhasil dilacak.

Kasat Reskrim Polres Lampung Utara, AKP Hendrik Apriliyanto menjelaskan, penangkapan terhadap pelaku saat berada di rumah kontrakannya di Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan.

“Pelaku berinisial KA (20) tahun ini diamankan dari persembunyiannya di rumah kontrakan di daerah Baradatu, Way Kanan,” kata AKP Hendrik Apriliyanto, Selasa (4/2/2020).

Atas dasar laporan korban dengan kejadian pada Sabtu (11-23 Januari 2020) lalu, yang dimulai dengan perkenalan melalui medsos atau WhatsApp.

Awal mulanya, jelas Kasat dengan kronologis pada Jumat (3/1/2020) korban AH (31) dengan tersangka KA (20) berkenalan melalui medsos (facebook), selanjutnya korban dan tersangka bertukaran nomor WhatsApp yang berlanjut dengan berhubungan dengan cara chatting dan video call. 

“Pada saat sedang video call itu lah tersangka meminta korban untuk membuka pakaiannya hingga telanjang, dan keadaan tersebut dimanfaatkan oleh tersangka untuk mengambil gambar dengan cara screenshoot sehingga poto-poto korban yang dalam keadaan telanjang tersebut disimpan oleh tersangka dan dijadikan alat untuk menakuti korban dan memeras suami korban dengan meminta sejumlah uang,” jelas Kasat. 

Perbuatan tersnagka dapat dikenakan pelanggaran Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016, tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik berupa.

Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

“Selain itu tersangka juga dikenakan pelanggaran atas kasus pemerasan,” pungkas AKP Hendrik Apriliyanto.

Penulis : Budi Irawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here