Beranda Lampung Utara Komisi IV DPRD Lampura Nilai Langkah Dinkes Lamban Tangani DBD

Komisi IV DPRD Lampura Nilai Langkah Dinkes Lamban Tangani DBD

24
0

Lampung Utara – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung Utara menilai langkah Dinas Kesehatan dan instansi terkait lamban dalam menangani kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang kerap terjadi pasca pergantian musim terlebih lagi sampai menimbulkan adanya korban jiwa. 

Sebagaimana dikatakan, Wansori anggota Komisi IV DPRD Lampung Utara yang merupakan politisi dari Partai Demokrat itu sangat menyesalkan atas lambannya sikap dari instansi terkait dalam menyikapi kasus DBD yang datang setiap tahun tersebut.

“Harusnya Dinkes itu kan punya jadwalnya, apalagi itu terjadi setiap pergantian musim pancaroba dan harusnya setiap tahun itu harus bersiaga,” kata Wansori, Senin (3/2/2020).

Menurutnya, setiap satker atau instansi pemerintah itu harus mempunyai progarm kerja yang telah memiliki kesiapan. “Jadi jangan seperti anak kecil yang selalu dititah dan memang sistemnya sudah tahu. Apalagi musim hujan ini sangatlah rentan dengan musibah ini dan masing-masing harus cepat,” ujarnya, seraya menuturkan, “Jangan ada korban baru bergerak, maka harus ada terobosan gagasan dan inovasinya, terutama alat foging harus stanby,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan setempat, Maya Metissa mengatakan, kalau pihaknya telah melakukan sosialisasi kesehatan melalui petugas 27 puskesmas yang ada di Kabupaten Lampung Utara.

Sosialisasi itu, diantaranya kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan memang penyakit saat ini penyakitnya menular. Demam dengue itu menurutnya dimulai sejak 7 hari dengan sasaran nyamuk itu kulit dan harus diperiksa.

“Kalau memang demam dihari ketiga diharuskan periksa ke dokter. Secepatnya akan dilakukan pemfoggingan untuk wilayah tersebut termasuk sekolah anak atau korban tersebut,” kata Maya Metissa.

Jika melihat data dari tahun lalu setiap tahunnya pada Januari banyak pasien DBD dan tahun lalu terdata ada 129 kasus yang terjangkit DBD di daerah setempat.

Sedangkan Januari tahun 2020 ini ada sekitar 54 orang yang terjangkit DBD. Sedangkan alat foging yang ada sekitar 8 unit yang dimiliki Dinkes Lampung Utara. 

“Dalam mencegah DBD ini yang diharapkan itu masyarakat harus bisa membudidayakan pola hidup sehat,” ujarnya. 

Pihak Dinas Kesehatan setempat juga telah mendatangi kediaman rumah korban yang diduga menibggal dunia karena DBD. Sebelumnya diberitakan, satu warga Lampung Utara telah meninggal dunia karena DBD.

Penulis : Budi Irawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here