Beranda Lampung Tengah Ketua LPAB Provinsi Lampung, Pertanyakan Pungutan Ganti KWH

Ketua LPAB Provinsi Lampung, Pertanyakan Pungutan Ganti KWH

283
0

Lampung Tengah – Migrasi meteran listrik dari pascabayar ke prabayar dipersoalkan oleh Ketua LSM LPAB, Pasalnya pergantian meteran manual berganti menjadi meteran elektronik di empat Kecamatan Kabupaten Lampung Tengah, Dijadikan lahan mencari keuntungan ditengah maraknya Penyebaran Virus Covid-19.

Pungutan liar( Pungli) terjadi pada pelanggan PLN Unit Layanan Pelanggan Rumbia Cabang Metro. penggantian 1000 Pelanggan meteran listrik dalam pelaksanaan nya Penggantian meteran (KWh) tersebut, dikenakan biaya pembongkaran dan pemasangan (uang jasa) oleh petugas dalam satu pelanggan di kenakan uang jasa 100 ribu rupiah.

Disampaikan Sofyan AS. ST Ketua LPAB kepada mediasembian.co.id dalam pasal 7 UU 15 tahun 1985 Tentang Ketenagalistrikan juncto pasal 3 ayat 1 dan 13 Peraturan Pemerintah No 10 tahun 1989 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Tenaga Listrik, sudah jelas tidak ada pungutan dalam bentuk apapun kepada pelanggan.

” PT. Regina Jaya Abadi adalah pemenang tender proyek penggantian KWh namun faktanya yang terjadi di lapangan Unit Layanan Pelanggan Rumbia lah yang mengerjakan, lalu memanfaatkan kesempatan menarik iuran Rp.100.000 sedangkan Unit Rumbia telah menganggarkan Rp.25.000 per KWh, terus untuk apalagi uang iuran tersebut, Ungkap Sofian.

Selebihnya Sofyan menambahkan pengerjaan proyek ini sudah disetting sedemikian rupa antara PT maupun PLN guna meraih keuntungan bersama, Pelangganpun akan dirugikan dengan adanya proyek tersebut.

” Saya menduga ini ada Kong kalikong dalam pengerjaan proyek ini, dengan mengatasnamakan PT namun pengerjaan dilakukan oleh PLN unit Rumbia, sungguh tidak masuk akal, Tuturnya.

Lebih lanjut Sofyan menambahkan pihaknya sudah mempertanyakan hal ini kepada Joy Tampubolon selaku Manager Unit PT. PLN Rumbia ia menyampaikan mereka tidak tau tentang adanya pungutan tersebut.

” manager setelah dikonfirmasi seolah-olah tidak tau tentang adanya pungutan dana tersebut akan tetapi dalam hal ketidak tahuan itu sangatlah mustahil dikarenakan pekerjaan tersebut tentu sudah memakan waktu lama dengan demikian sudah tentu PLN tau terlebih lagi sumber yang menjelaskan adalah pekerja PT PLN cabang rumbia yang tidak mau dijelaskan namanya, Tutur Sopyan.

Dalam pernyataannya Sofyan berharap kepada Polres Lampung Tengah agar dapat menyikapi hal ini, bukan hanya pungli dijalan namun hal yang menyangkut masyarakat banyak seperti ini wajib di sikapi dan ditindaklanjuti sesuai Undang-undang yang berlaku di negara Republik Indonesia ini.

 

Penulis : Kcg/1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here