Beranda Musi Rawas Ketua BPI KPNPA Muratar: “Jangan Jadikan Program KWH Ladang Korupsi”

Ketua BPI KPNPA Muratar: “Jangan Jadikan Program KWH Ladang Korupsi”

20
0

MUSI RAWAS  –  Ketua BPI KPNPA RI Muratara, Muhammad Betan menilai bahwa dalam penggunaan Dana Desa tersebut diduga mark up atau korupsi yang dilakukan oleh oknum mantan Kepala Desa Sidodadi dengan nilai ratusan juta rupiah.

Menurutnya, harga amper listrik untuk keluarga miskin tidak semahal itu karna pihaknya sudah mendatangi langsung ke kantor PLN wilayah Musi Rawas.

“Untuk mengetahui harganya, kita mendatangi kantor PLN wilayah Kabupaten Musi Rawas”. Katanya

Ketua BPI KPNPA Muratara mengungkapkan dari hasil penelusuran pihaknya ke kantor PLN wilayah Musi Rawas terdapat harga standar untuk Kwh listriknya.

” Disana kita dapat harga standar untuk Kwh listriknya. Untuk daya 450 VA atau setara dengan empat Amper seharga 447 ribu rupiah dan untuk daya 900 VA atau setara dengan enam Amper seharga 869 ribu rupiah, biasanya untuk masyarakat miskin hanya dua daya itulah yang sering dipakai”. Bebernya

Sementara itu salah satu pegawai PLN wilayah Kabupaten Musi Rawas yang enggan disebutkan namanya mengatakan untuk harga Amper Listrik sudah ada harga standarnya kecuali untuk wilayah 3T.

“Untuk Kwh 450 ada diskonnya pasang barunya untuk daerah 3T, kalau harga diskon bisa separuh harganya tapi belum termasuk SLO. Biasanya kalau untuk keluarga miskin makai yang 450 dan 900 VA, kalau harga untuk tahun tahun sebelumnya tidak ada diskonnya atau pakai harga standar itulah,”Terangnya.

Pada tahun 2018 melalui Dana Desa (DD) tertera 5 juta perunit untuk membeli KWH di Desa Sidodadi, Kecamatan Jayaloka, Kabupaten Musi Rawas sebesar 70 juta rupiah untuk 14 Rumah masyarakat miskin. bahkan pada tahun 2017 dianggarkan 80 juta.  Selanjutnya ada juga pada tahun 2020 dengan dana 35 juta. Sehingga BPI KPNPA RI Muratara mempertanyakan pemerintah Desa dalam penggunaan Dana Desa tersebut

 

Penulis :  MR/Tim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here