Beranda Lampung Tengah Kecam Keras Pelaku Gratifikasi LPAB Laporkan ke Kementrian BUMN

Kecam Keras Pelaku Gratifikasi LPAB Laporkan ke Kementrian BUMN

192
0

Lampung Tengah – Tatan berjanji akan tindaklanjuti ulah oknum pelaku grafitikasi yang membawa baik perusahaan PT. PLN wilayah lampung Area Metro Unit Rumbia Lampung Tengah.

Hal tersebut disampaikan oleh manager Area Metro Tatan saat di Konfirmasi Awak Media Melalui pesan singkat WhatsApp pada 7 Mei 2020, Ia menyampaikan ucapan trima kasih atas penyampaiannya adapun masalah ini akan segera kami tindak tegas siapapun oknum nya.

“Mohon maaf pak, terima kasih atas infonya. Ini akan kami tindaklanjuti secepatnya,”singkatnya.

Sementara secara terpisah, manager PT PLN Unit Rumbia Joy dalam pesan singkatnya menyampaikan bahwa pemberitaan yang dimuat ia yakinkan tidak benar adanya, karna sebelumnya saya sudah berkoordinasi bersama tim.

” pak sofyan di kantor rumbia bersama suhaimi dan saya sudah jelaskan semua dengan suhaimi, bahwa dari kantor PLN Semua pelayanan sifatnya gratis, kami tidak pernah menyuruh petugas meminta biaya kepada pelanggan Migrasi meteran listrik dari pascabayar ke prabayar.

Selanjutnya ketua LSM LPAB, Sofyan.AS ST Dalam tanggapan nya menyampaikan saya mengerti itu pak yang saya persoalkan apapun kegiatan yang terjadi dibawah terlepas perintah atau tidak itu kan tetap pertanggung jawaban atasan apa lagi pemasangan 1000 kwh meter tentunya memakan waktu lama hal yang sangat mustahil kalau seorang pimpinan tidak tau kinerja anggotanya atau kegiatan rekanannya di bawah, kalau memang benar tidak tau berarti manager tidak bekerja dong, ungkap sofyan

Sofyan menambahkan kami dari LPAB pastinya mempunyai pelapor jelas yang bertanda tangan dan siap mempertanggung jawabkan secara hukum.

” dalam hal ini apapun yang disampaikan manager itu hanya suatu langkah membela diri saja dikarenakan pekerjaan tersebut managerlah yang yang langsung mencarikan pekerja bukan PT, REGINA MAYA ABADI Pasalnya pergantian meteran manual berganti menjadi meteran elektronik di empat Kecamatan Kabupaten Lampung Tengah, sudah jelas  dijadikan lahan mencari keuntungan ditengah ditengah  maraknya Penyebaran Virus Covid-19 dan hal seperti ini jelas sudah mengabaikan intruksi Presiden dalam rangka penangan wabah bahwa dilarang mengambil, meminta atau memungut bayaran yang sifatnya Akan merugikan rakyat selama ada penyebaran covid, 19 dan jika terdapat ada maka penegak hukum wajib memberikan hukuman yang seberat-beratnya kepada pelaku, jelas sofyan.

Sofyan juga menambahkan Pungutan liar( Pungli) terjadi pada pelanggan PLN Unit Layanan Pelanggan Rumbia Cabang Metro. Dengan adanya penggantian 1000 Pelanggan meteran listrik dalam pelaksanaan nya Penggantian meteran (KWh) tersebut, dikenakan biaya pembongkaran dan pemasangan (uang jasa) oleh petugas dalam satu pelanggan di kenakan uang jasa 100 ribu rupiah dalam pasal 7 UU 15 tahun 1985 Tentang Ketenagalistrikan juncto pasal 3 ayat 1 dan 13 Peraturan Pemerintah No 10 tahun 1989 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Tenaga Listrik, sudah jelas tidak ada pungutan dalam bentuk apapun kepada pelanggan.

Dalam pernyataannya Sofyan AS ST  berharap Kepada polsek Rumbia  dan  Polres Lampung Tengah dan tim Saber Pungli  agar dapat menyikapi hal ini, ” iya saya sangat berharap kepada penegak hukum polsek, polres lampung tengah dan tim saber pungli untuk memproses hukum terkait masalah ini jangan pungli Rp. 2000 dijalanan yang disebabkan oleh jembatan rusak saja yang di peroses hukum ini kan lebih besar terlebih lagi pelakunya adalah pekerja PLN Yang Juga melibatkan pegawai PT PLN orang-orang yang memiliki SDM yang baik seharusnya tidak melakukan hal seburuk ini di tengah pandemi sepertii ini apa bila penting penegak hukum lakukan panggilan kepada LSM panggil sebagai saksi, Tutup sofyan

 

Penulis : Kcg/1/Rls

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here