Beranda Tulang Bawang Barat Isu virus Corona, Jurnalist di Minta Dapat Memberikan Informasi Yang Dapat

Isu virus Corona, Jurnalist di Minta Dapat Memberikan Informasi Yang Dapat

12
0

Panaragan – Merebaknya Isu Tentang Virus Corona. Kapolres Tubaba AKBP. Hadi Saeful Rahman,SIK Menghimbau Awak Media Untuk Dapat Memberikan Informasi Yang Tidak Menimbulkan Kepanikan di Tengah Masyarakat.Hal itu disampaikanya Pada saat Lounching RM.Qyai Di kelurahan Panaragan Jaya Kabupaten Setempat.Rabu.4/3/2020.

Di hadapan awak media kapolres tubaba menyampaikan himbauanya kepada seluruh awak media untuk dapat memberikan informasi yang tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.mengingat isu corona merupakan persoalan internasional,oleh karena itu dirinya berharap agar wartawan bisa lebih bijak dalam menyajikan informasi yang berkaitan dengan masalah tersebut.

” Saya meminta kepada teman – teman pers untuk dapat menyaring terlebih dahulu sebuah berita, untuk di sheringkan kehalayak ramai, sama – sama kita menjaga situasi agar tetap kondusiv dan tidak terjadi kepanikan di tengah masyarakat.” Ujar Hadi Kepada awak media

Lebih jauh Hadi mengatakan, jika terjadi ada sebuah pemberitaan yang menyampaikan informasi tidak bisa di pertanggung jawabkan kebenaranya mengenai isu corona,maka berita tersebut di anggap hoax dan pihaknya akan melakukan tindakan hukum sesuai Undang – Undang ITE.

Terkait dengan isu corona, hadi juga meminta kepada masyarakat tubaba untuk tidak melakukan penimbunan terhadap masker dan anti septik secara berlebihan, sehingga dapat menimbulkan kelangkaan terhadap kedua alat kesehatan tersebut.

” Saya berharap kepada warga tulang bawang barat untuk tidak melakukan penimbunan atau membeli alat kesehatan berupa masker dan anti septik secara berlebihan sehingga menimbulkan kelangkaan bagi warga lainya,karena pihak kepolisian akan menindak secara tegas bagi si penimbun tersebut.” Ucapnya

Lebih jauh Hadi menjelaskan, untuk warga tulang bawang udik yang di sinyalir mengalami batuk dan influenza sepulangnya dari bekerja di hongkong pada tanggal.20 februari lalu,pihaknya sudah melakukan pengecekan bersama tim dinas kesehatan setempat guna memastikan kesehatan fasien, dan dapat di pastikan warga tersebut tidak terserang corona ( sehat ).

Di tempat yang sama Ketua Pwi edi zulkarnain mengingatkan wartawan dan para pengelola news room sebagai gate keeper berita agar tetap menghormati Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dalam mengembangkan berita terkait kasus Virus Corona. Pasal 9 KEJ secara tegas menyebutkan, “Wartawan Indonesia menghormati hak narasumber ten-tang kehidupan pribadinya, kecuali untuk kepentingan publik.”

Menghormati hak nara sumber adalah sikap menahan diri dan berhati-hati. Sementara kehidupan pribadi adalah segala segi kehidupan seseorang dan keluarganya selain yang terkait dengan kepentingan publik.

Selain itu edi juga menambahkan, Pasal 17 huruf h UU No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik juga melarang identitas dan riwayat kesehatan seseorang dibuka ke publik tanpa seizin yang bersangkutan. Pasal 17 huruf h berbunyi: “Informasi Publik yang apabila dibuka dan diberikan kepada Pemohon Informasi Publik dapat mengungkap rahasia pribadi, yaitu: 1. riwayat dan kondisi anggota keluarga; 2. riwayat, kondisi dan perawatan, pengobatan kesehatan fisik, dan psikis seseorang.” Ungkapnya

” PWI Tubaba juga mengimbau nara sumber, baik itu dari tenaga medis, pejabat pemerintah, tokoh masyarkat, maupun masyarakat umum agar tidak mudah juga mengungkap identitas korban tanpa seizin yang bersangkutan. Bagi mereka yang telah disebutkan identitasnya, maka pemerintah maupun nara sum-ber terkait agar segera merehabilitasi nama korban apabila secara medis mereka dinyatakan negatif Virus Corona.” Tutupnya.

 

Penulis : Zul/1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here