Beranda Tanggamus Dua Kelurahan di Kota Agung, Kurangn Armada Angkutan

Dua Kelurahan di Kota Agung, Kurangn Armada Angkutan

7
0

Tanggamus – Program penanggulangan sampah di dua Kelurahan di Kecamatan Kota Agung, Tanggamus terkendala kurangnya armada angkutan sampah.

Diketahui, dalam rangka solusi penanganan sampah maka dua Kelurahan di Kecamatan Kota Agung pasang jaring sampah drainase di 40 titik.

Kota Agung ada Tiga (3) Kelurahan yakni Kelurahan Kuripan, Pasar Madang dan Kelurahan Baros. Sedangkan yang menerapkan penanggulangan sampah melalui program jaring sampah drainase, yaitu Kelurahan Kuripan 30 titik dan Pasar Madang sebanyak 10 titik jaring drainase.

Dari pantauan dilapangan pemasangan jaring berupa anyaman besi behel yang dibentuk Limas yang diletakkan dalam drainase cukup efektif mengurangi volume sampah yang bermuara ke laut Teluk Semangka.

Menurut Lurah Kuripan Hendarman Wahid, pemasangan jaring sampah drainase merupakan program Kecamatan Kota Agung. Yang ditindaklanjuti pihak Kelurahan dengan membentuk satgas kebersihan jaring sampah drainase.

“Kendala yang dirasakan saat ini adalah kendaraan pengangkut, karena untuk mengangkut sampah hasil dari jaring sampah drainase ini kita belum punya, sedangkan kendaraan tossa yang sekarang peruntukannya untuk sokli kelurahan,” katanya, Rabu (29/01/2020).

Hendarman Wahid menerangkan, 30 titik jaring sampah drainase di sebar di seluruh RT yang ada di Kuripan. Dengan harapan dapat mengurangi dan menangkal penumpukan sampah yang membuat kotor pantai dan jalan protokol selama ini, akibat tersumbatnya drainase.

“Sekitar 5 hari dipasangnya jaring sampah drainase ini, sangat positif hasilnya, sampah sedikit banyak dapat kita jaring, sehingga tidak menumpuk didrainase ataupun langsung kelaut,” terangnya.

Sementara itu Lurah Pasar Madang Dede Chandra mengatakan untuk wilayahnya hanya dipasang 10 jaring sampah drainase. Pemasangan jaring sampah dikhususnya di saluran drainase kecil, untuk mengantisipasi sampah masuk ke drainase besar dan kali yang bermuara kelaut.

“Kendala belum adanya kendaraan pengangkut sampah, dalam program ini kami juga sosialisasi kepada warga agar tidak membuang sampah ke saluran air atau drainase. Dengan dipasangnya jaring sampah drainase warga bisa melihat sendiri akibatnya jka tetap membuang sampah didrainase ,” ujarnya.

Penulis : Nr/1/Tim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here