Beranda Tulang Bawang Barat Di Nilai Tendensius Trans Sumatera Meminta Maaf Kepada Organisasi Pers.

Di Nilai Tendensius Trans Sumatera Meminta Maaf Kepada Organisasi Pers.

26
0

Panaragan – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung, telah menerima klarifikasi dan permohonan maaf atas pemberitaan media Online Trans Sumatera,yang pada pemberitaan 16/5/2020 di nilai tendesius dan diduga telah menyudutkan organisasi PWI Tubaba.

Pemberitaan media Trans Sumatera tanggal 16 Mei 2020, dengan Judul “Hujan Pujian, Ditengarai Bupati Tubaba Mulai Belagu”, yang bertuliskan opini _Bupati Tulangbawang Umar Achmad, dinilai sejumlah waratawan mulai diskriminasi atau menganakemaskan salah satu organisasi wartawan. Mungkin sudah mendapat penghargaan dan dipuja oleh organisasi wartawan sehingga mulai mendongak terhadap organisasi pers lainnya._

Dikatakan Ketua PWI Tubaba, bahwa media Trans Sumatera telah menerbitkan klarifikasinya melalui pemberitaan tanggal 17 Mei 2020, dengan judul “Klarifikasi Berita yang Dianggap Sudutkan Umar Akhmad dan Singgung Wartawan”, yang intinya berisi ungkapan permohonan maaf dari pimpinan redaksi atau perusahaan media Trans Sumatera.

” Berita klarifikasi sudah disampaikan media Trans Sumatera pada Minggu 17 Mei 2020, sekitar pukul 15.00 Wib, yang intinya menyampaikan Permohonan Maaf . Kami menyikapi pemberitaan itu dengan serius, karena telah mengaitkan organisasi wartawan, dan menuduh organisasi yang dimaksud sebagai organisasi yang dianak emaskan. Walaupun tidak menyebutkan organisasi yang dimaksud, tetapi seluruh Stacholder di Tubaba tahu jika Organisasi Pers di Tubaba tidak banyak, dan baru – baru ini juga PWI Pusat dari memberikan penghargaan atas prestasi Bupati Tubaba” ungkapnya

Bung edi juga memaklumi karya Jurnalistik yang dibuat oleh penanggung jawab media Trans Sumatera diwilayah Tubaba,dirinya juga berharap kepada wartawan yang bertugas di kabupaten tubaba dapat terus meningkatkan kemampuanya dalam menjali profesi jurnalis serta menjunjung tinggi kode etik Jurnalistik dan kode etik prilaku.

” Terimakasih sudah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Kita pahami situasi Pendemi Covid-19 yang mengakibatkan penurunan dan ketidak stabilalan perekonomian juga berdampak pada wartawan dan perusahaan media, sebab anggaran belanja media turut terdampak akibat pemangkasan dan penundaan tagihan mungkin kondisi ini tidak hanya terjadi di Tubaba,”tuturnya

Ditambahkan Sekretaris PWI Tubaba Dedi Priyono.SH, sebelum adanya klarifikasi media tersebut, diakuinya telah berkoordinasi dengan Ketua PWI Provinsi Lampung atas pemberitaan tersebut, dan meminta tanggapan Ketua PWI Provinsi.

“Menurut bang Yadi, apa yang sudah dilakukan PWI Tubaba untuk menyikapi pemberitaan itu melalui pemberitaan dari seluruh wartawan di PWI Tubaba sudahlah cukup, dan tidak perlu diperpanjang serta mohon untuk dimanfaatkan” ungkap Dedi

Dedi Priyono juga telah memberikan saran kepada wartawan yang bertanggung jawab diwilayah Kabupaten yang bermotokan Ragem Sai Mangi Wawai.

“Secara terbuka melalui salah satu Group WhatsApp di Tubaba, saya telah memberikan saran agar tidak terulang lagi, teman-teman PWI Tubaba sudah memaklumi karya Jurnalistiknya, dan semoga ada Hikmahnya.” ungkap Dedi Priyono

Lanjutnya, PWI Tubaba juga mangajak seluruh insan Pers di Tubaba agar berhati-hati dalam melaksanakan tugas profesi wartawan, menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dan Kode Prilalaku Wartawan agar tidak berdampak hukum dikemudian hari.

“Kita akui Tubaba minim publikasi ditengah pandemi Covid-19, sebab tidak ada anggaran untuk media dari proses Relokasi dan Refocusing APBD Tubaba yang telah dilakukan, kita berharap situasi ini segera membaik dan kita harapkan juga Pemerintah Daerah, dapat memperhatikan kondisi setiap insan pers yang bertugas, sebab tanpa Pers, Tubaba jauh kata TOP.” pungkasnya.

 

Penulis : Zul/1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here