Beranda Lampung Tengah BUMKAM Kampung Tawang Negeri Tahun 2017-2019, “Diduga Fiktif”

BUMKAM Kampung Tawang Negeri Tahun 2017-2019, “Diduga Fiktif”

81
0

Lampung Tengah – Badan Usaha Milik Kampung (BUMKAM) Kampung Tawang Negeri Kecamatan Pubian Kabupaten Lampung Tengah dalam pengelolaannya Diduga fiktif.

Bumkam yang berdiri sejak Tahun,2017 Dengan No.SK. 52 Tahun 2017 tertanggal, 2/10/2017 hingga Tahun 2020 yang bersumber dari dana desa tersebut diberi Nama BUMKAM Bukit Jaya.

BUMKAM Bukit Jaya yang diketuai oleh Tri Teguh Sanyoto, Ayu Wahyuni sebagai Sekretaris dan Darbigat Sebagai Bendahara pada tahun 2017 Telah Mengelola Dana BUMKAM Rp.24 Juta, kemudian pada tahun 2019 Rp. 74 juta yang diperuntukkan untuk jual beli pupuk bagi petani kampung Tawang Negeri.

Hal ini dibenarkan oleh beberapa warga Kampung Tawang Negeri, dimana Warga membenarkan ada indikasi korupsi dalam pengelolaan kegiatan Bumkam di kampung Tawang Negeri, Pasalnya hingga saat ini masyarakat tidak melihat adanya kegiatan Bumkam tersebut.

Disampaikan oleh Sukamto Kepala Kampung Tawang Negeri yang baru menjabat dalam kegiatan pengelolaannya tidak berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Setahu saya AD-ART Bumkam Kampung ini adalah, diperuntukkan untuk Pertanian, pengadaan Pupuk, Jual beli hasil tani,Simpan pinjam dan peternakan. hingga saat ini, siapa saja yang pinjam, berapa jumlah pinjaman, dan orang mana yang pinjam kami tidak tau.

Sukamto menambahkan ia pernah menanyakan dan minta pembukuan Kegiatan namun hingga saat ini belum juga ada respon dari pengurus.

“Saya pernah meminta Pembukuan kegiatan pengelolaan BUMK kepada pengurus namun hingga saat ini belum ada respon dan terkesan ditutup-tutupi. “Ungkap Sukamto

Ditempat terpisah ketua Bumkam Tri teguh sanyota, saat di wawancarai awak media dirumahnya membenarkan bahwa program Bumkam kampung Tawang Negeri tidak berjalan sesuai harapan.

“Dalam pengelolaan kegiatan BUMK memang tidak berjalan sesuai harapan, semua dikendalikan oleh mantan kepala Kampung yang menjabat saat itu. Tuturnya

Disisi lain Masyarakat Kampung Tawang Negeri meminta pihak Inspektorat dan kejaksaan untuk melakukan audit dan tindakan Hukum terkait dana penyertaan modal BUMK Kampung Tawang Negeri dari tahun 2017 hingga Tahun 2019 yang di duga fiktif.

Penulis : Mansur/Kcg/1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here