Beranda DAERAH Bantuan Alat Kelompok Tani Melalui P3A Kampung Gedung Sari Di pertanyakan Warga

Bantuan Alat Kelompok Tani Melalui P3A Kampung Gedung Sari Di pertanyakan Warga

29
0

Lampung Tengah – Pemerintah Pusat maupun pemerintah kabupaten, mempunyai program untuk mensejahtrakan rakyat indonesia.

Secara menyeluruh dengan cara memberikan bantuan sarana dan prasarana untuk meningkatkan swasembada pangan.

Melalui Program perkumpulan petani pemakai air ( P3A ) seperti pembangunan dan pralatan pertanian

Program dan alat – Pertanian baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak, di duga ada indikasi penyimpangan dan penggelapan berupa bantuan mesin edit / traktor tangan, dari P3A dari Gapoktan kecamatan kepada ketua P3A

Hal ini terungkap ketika pergantian ketua P3A Yang lama Sutarman kepada kepengurusan yang baru yakni Riadi.

Kemudian Di pergantian lagi ketua P3A yang sekarang di jabat oleh Budiono, karna Riadi telah menjabat selaku kepala dusun lima kampung Gedung sari kecamatan anak ratu aji kabupaten lampung tengah provinsi lampung.

Di waktu yang bersamaan Pejabat Ketua P3A yang baru Budiono saat di temui awak media ini di rumahnya, ia membenarkan bahwa telah di adakan pergantian kepengurusan yang baru karna Riadi telah di angkat menjadi kepala dusun karna tidak boleh jabatan rangkap karna bertentangan dengan UU nomor 14 tahun 2016 tentang desa ,

Namun betapa kagetnya Budiono ketika di konfirmasi tentang bantuan Srana dan prasana yang telah di luncurkan kan oleh pemerintah baik melalui APBD maupun yang bersumber dari APBN , Budiono mengaku tidak pernah ada bantuan berupa peralatan selama ia berkecimpung di P3A sejak tahun 2013 diri tidak pernah tau ataupun penyerahan Aset – aset yang diserahkan kepada saya, karna saya menjabat Ketua P3A ini menggantikan Riadi, jadi ngaj tau dan melihat yang namanya alat- alat , hanya saja yang saya tau pernah dapat bantuan berupa Bibit padi dan obat- obatan cuman itu saja kata budiono, sambil mengatakan silahkan temui, saja Daryono selaku ketua kelompok tani, Ngudi Mulyo.

Kemudian awak media ini langsung menemui Daryono selaku ketua kelompok tani Ngudi mulyo , dirumahnya, saat di konfirmasi tentang bantuan peralatan tersebut , Daryono mengaku tidak tau menawu berapa aitem , dan apa saja bantuan tersebut daryono tidak pernah melihat atau pun mendengarnya, hanya saja setau saya , pernah dapat bantuan 1 unit mesin sedot dan ini barangnya ada sama saya ujar Daryono ,sambil kecewa atas Tidak transprannya Parman Gapoktan Kecamatan anak ratu aji, coba bapak temui saja mantan Gapoktan , Parman karna dia yang menjabatnya dulu kata Daryono.

Yang menjadi pertanyaan warga setempat, kenapa semua aset – Aset tersebut tidak diserahkan kepada kepengurusan yang baru ujar sumber yang layak dipercaya.

Lebih lanjut sumber menceritakan alat- alat bantuan tersebut seperti,
a. Alat perontok padi
b. Alat prontok jagung
c. Mesin edeit 3 unit
d. Mesin babat rumput
1 unit
e. Alat pengolah
minyak makan
f. Jenset 2 unit
G. Anggaran
pembuatan lumbung
Padi sebesar Rp.80 jt
h. Pembuatan
penjemuran padi
Sebesar Rp. 20 Jt

Menanggapi informasi tersebut awak media mencoba mengkonfirmasi masalah ini ke ketua P3A yang lama Riandi, sekaligus selaku kepala dusun

Membenarkan bahwa ada pembangunan lumbung padi, namun ia tidak tau anggarannya, kemudian pembuatan tempat penjemuran padi , Riadi mengatakan ini bukan angaran melainkan swadaya dari klompoktani, kemudian alat pengolah minyak makan saat ini ada di pegang oleh kelompok wanita tani (KWT).

Sedangkan untuk mesin edeit satahu saya hanya satu yang saya pegang untuk lebih jelasnya silahkan tanya pak Parman mantan Gapoktan kecamatan yang saat ini sudah pensiun. “ujar Riadi sambil mengatakan jangan dulu diberitakan.

Ditempat terpisah Parman membenarkan bahwa benar adanya bantuan itu seperti alat prontok padi saat ini di pegang oleh anak saya namanya eko, ujar Parman

Paraman juga menyebut bahwa sekretaris kampung Gedung sari Rangkap jabatan, selain carik ia jga ikut di kepengurusan di Kelompok tani, kemudian lanjut Parman

Lanjut Parman, Anggaran pembangunan lumbung padi senilai Rp. 80.000.000. Parman mengaku Nombok terpaksa swadaya dari para kelompok, ketika disinggung Tiga unit mesin edeit tersebut kemana yang dua unit, parman berkilah tidak tau saya lupa, sambil meminta jangan di beritakan dulu.”Tutup Parman.

Penulis : Kcg/1/Mnsr

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here