Beranda DPRD LAMPUNG Ade Ibnu Utami Dukung Lampung Jadi Provinsi Literasi

Ade Ibnu Utami Dukung Lampung Jadi Provinsi Literasi

16
0

Bandar Lampung – Para relawan literasi dari 15 kabupaten/kota berkumpul dan berdiskusi terkait isu akan alih fungsi perpustakaan termegah di Provinsi Lampung. Kegiatan terlaksana di Warung Ayam Geprek Reyhan, Sukarame, Sabtu, 13 Maret 2021. Acara dihadiri oleh puluhan peserta relawan literasi perwakilan dari 15 kabupaten dan kota.

Hadir pula pada pertemuan itu anggota DPRD Provinsi Lampung Ade Utami Ibnu yang juga sebagai salah satu anggota dari Relawan Literasi. Ade menyampaikan, komunitas literasi ini bergerak mandiri dengan semangat mengabdi untuk membuka ruang-ruang belajar dan membaca di pelosok-pelosok desa.

Ada bilang, Relawan Literasi bergerak dengan membuka rumah pustaka, rumah baca, ontel pustaka, motor pustaka, dan perahu pustaka. Para relawan mengajak anak-anak dan warga untuk membaca, menulis, dan berkarya.

Diskusi literasi yang mengusung tema “Bergerak Bersama Mewujudkan Lampung sebagai Provinsi Literasi”. Semua relawan mendukung hadirnya gedung perpustakaan modern dan siap mewujudkan Lampung sebagai provinsi literasi. Demikian disampaikan seorang peserta, Gunawan Handoko.

Ade Utami mengatakan, semangat relawan tak pernah padam, bahkan terus membara. Isu alih fungsi gedung baru perpustakaan membuat pihaknya prihatin dan kecewa.

“Karenanya, kami berkumpul untuk menyatakan mendukung diselesaikannya segera gedung perpustakaan provinsi yang megah, modern, dan membanggakan rakyatnya,” ujar Ade dalam rilis.

Ade menjelaskan, tujuan relawan sangat mulia, yaitu menjadikan Lampung sebagai Provinsi Literasi dan bisa setara dengan provinsi literasi dunia lainnya. “Pertemuan kami terbilang dadakan, tapi seru dan bermakna,” tutup Ade Utami Ibnu.

Sebelumnya, sempat mencuat bahwa akan terjadi alih fungsi perpusatakaan menjadi mal. Ade Utami langsung bertemu dengan Sekretaris Daerah Fahrizal Darminto untuk mengklarifikasi bahwa perpustakaan daerah akan tetap pada fungsi awal yaitu menjadi perpustakaan bukan menjadi mal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here