Beranda Banda Aceh Pengajian Minggu malam 09 Februari 2020 bersama Abi Hasbi Albayuni

Pengajian Minggu malam 09 Februari 2020 bersama Abi Hasbi Albayuni

18
0

Banda Aceh– “Dan telah kami utus akan Rusul, kalimat Rusul general atau jamak dari pada Rasul. Kalau Rasulun itu sendirian sedangkan Rusulun itu berarti ramai. Maka dalam sholawat pernah disebut Nabi Muhammad Afdhalir Rusul bukan Afdhalir Rasul. Afdhalir Rusul artinya yang paling utama dari pada beberapa Rasul”

Dan telah kami utus (kata Allah) akan beberapa Rasul, dalam Ayat ini Allah menyatakan kepada Nabi Muhammad bahwa ramai sekali Rasu-rasul yang diutus oleh Allah, tapi Rasul- rasul itu sebahagian telah Kami kisahkan mereka itu kepadamu dari pada sebelumnya. Dan sebahagian Rasul yang tidak Kami kisahkan mereka kepada mu.

Allah mengatakan bahwa diantara Rasul yang banyak, yang diutus oleh Allah ada yang sebahagiannya Allah ceritakan tentang mereka kepada Nabi Muhammad. Sungguh Kami kisahkan/ ceritakan kepada mu tentang mereka, dan ada juga sebahagian tidak Kami ceritakan. Jadi tidak semua diceritakan oleh Allah kepada Nabi, maka tidak semuanya Nabi itu kita ketahui.

Disini diriwayatkan Annahu Ta’ala “bahwasanya Allah Ta’ala telah mengutus akan 8000 ribu Nabi. 4000 Nabi diantaranya berasal dari kalangan Bani Israil, sementara 4000 nya lagi berasal segala bangsa Manusia. Pendapat itu disebutkan oleh syekh di dalam tafsir surat Ghafir yang dimaksud syekh adalah guru dari pada pengarang tafsir ini.

Kemudian, kalau kita melihat di kitab lain para Nabi semuanya berjumlah 124 ribu Nabi. Dan diantaranya adalah Rasul yang berjumlah 313 atau 314 stau 315. (Ada beberapa pendapat). Jadi untuk yang 25 itu apa juga..?, itu adalah yang disebut dalam Al-Qur’an. Kalau dalam kitab Jawo mengatakan sekati dualaksa (124) ribu jumlah para Nabi.

Tidak disebutkan dalam Al-Qur’an ada yang dalam hadits-hadits disebutkan yaitu
Nabi Hanzalah, Nabi Imran, Nabi Jarjis dalam versi bahasa Inggris mungkin (George), Nabi Syamwil (Samuel), Nabi Yusak (Jhosua), Nabi Busyro, Nabi Daniel, Nabi James.

“Dan telah bercakap-cakap Allah Ta’ala akan Nabi Musa dengan tanpa perantaraan, akan sebagai layaknya sebuah percakapan. Ayat ini disebut oleh Allah karena menolak ucapan orang Yahudi terhadap Nabi. Yahudi mengatakan ” Wahai Muhammad engkau tidak menyebutkan akan Nabi Musa bersama dengan para Nabi yang lain (dalam hitungan para Nabi)

Sehingga Nabi Musa dikenal dengan sebutan Kalimullah (orang yang bercakap-cakap dengan Allah) meskipun sebenarnya Nabi Musa itu cadel tetapi luar biasa bisa bercakap-cakap dengan Allah, maka orang yang dipilih untuk bercakap-cakap itu tidak mesti faseh bacaannya/bicaranya.

Nabi Musa lidahnya terbakar ketika waktu kecil, ketika Nabi Musa dihanyutkan ke sungai Nil oleh ibu nya, lalu diambil oleh istri Fir’aun dan dipelihara. Pada suatu hari Nabi Musa digendong dan menarik janggut Fir’aun yang panjang dan terasa sangat sakit sampai kedalam otak Fir’aun sehingga Fir’aun marah sekali.

Dan Fir’aun mengatakan “mungkin inilah bayi yang akan menghancurkan kerajaanku sebagaimana yang aku mimpikan” maka rencana Fir’aun ingin membunuh Nabi Musa. Tarik pedang dan ingin memotong sebab Fir’aun memang tidak ada rasa kasih sayang. Disitulah kembali peran perempuan (istri Fir’aun) yang mencegahnya jangan engkau bunuh anak ini tidak tahu apa-apa. Lalu Fir’aun menjawab mana ada, anak ini pasti memiliki akal.

Sementara Hamman (Perdana Menteri) dan tukang-tukang sihir Fir’aun terus mendesak supaya Anak itu dibunuh sebab mereka bisa melihat bahwa Nabi Musa itu beda dari pada yang lain. Saat itu juga Tukang sihir mendesak Fir’aun “Tuan ku Bunuh saja Anak ini siapa tahu anak inilah yang menghancurkan kerajaan Tuan ku”. Lalu bangun lah istri Fir’aun berkata apa yang kalian katakan, bahwa dia hanya lah seorang anak kecil.

Kalau tidak percaya silakan buktikan bahwa anak ini (kolot) tidak memiliki akal dan akhirnya dibawa lah ke hadapan Fir’aun satu talam, didalam nya ada dua buah mangkok yang didalamnya ada satu berisi arang api yang masih menyala dan satunya lagi adalah emas kemudian diletakkan di depan Nabi Musa untuk membuktikan bahwa dirinya memiliki akal atau tidak.

Jadi, pada waktu itu Nabi Musa ingin mengambil emas, tiba-tiba datanglah malaikat Jibril mengalihkan tangan Nabi Musa sehingga mengambil bara api dan terus dimasukkan kedalam mulutnya sehingga terbakarlah lidahnya Nabi Musa. Sehingga Istri Fir’aun pun berkata “benar kan bahwa anak ini tidak memiliki akal, kalau dia punya akal pasti akan memilih emas”

Sehingga kalau Nabi Musa agak susah berbicara, akhirnya ketika Nabi Musa telah diangkat menjadi Rasul, maka Nabi Musa meminta kepada Allah berkenan mengangkat Nabi Harun sebagai Nabi sebagai juru bicara. Nabi Harun adalah kakak dari pada Nabi Musa. Maka oleh Allah Ta’ala memperkenankan permintaan Nabi Musa sehingga Allah mengangkat Nabi Harun sebagai Nabi.

Nabi Musa berkata “Ya Allah Nabi Harun ini bicaranya lebih faseh dari pada aku, maka utuslah dia sebagai pembantu ku untuk membenarkan perkataan ku”

Maka doa yang cukup terkenal itu adalah doa Nabi Musa *Robbisy rahliy (Wahai Tuhanku lapangkan oleh mu bagi ku) shadriy ( akan dada ku) wa yassirliy amriy (dan mudahkan oleh mu akan urusan ku )wahlul ‘uqdatan ( ikatan- ikatan) min lisaniy (dari pada lidahku) yafqahul qauliy (supaya mereka paham akan perkataan ku). Do’a ini dibaca agar dilancarkan lidah saat berbicara atau berpidato.

Ada para Rasul yang membawa berita gembira, dengan diberi pahala akan orang-orang beriman. “Wahai ummat ku siapa saja yang beriman daripada kamu maka Allah akan menyediakan bagimu pahala. Tapi pahala tersebut tidak dapat diambil didunia dan pahala itu diambil diakhirat. (balasan) dari pada amal.

Dunia ini adalah negeri materi, jika pahala diberikan dalam bentuk materi, sungguh akan penuh memenuhi rumah. Tidak ada contoh pahala didunia yang ada hanyalah contoh balasan saat kita berbuat baik dunia tiba-tiba dibalas dan diakhirat juga dapat balasan lebih.

Maka salah satu program Nabi dan Rasul itu sebagai pembawa berita gembira terlebih dahulu dan membawa berita peringatan dengan disiksa siman-siman (orang-orang) yang kufur dan bermaksiat.

Untuk apa Allah mengutus para Rasul agar manusia itu tidak beralasan kenapa tidak sholat, saya tidak tahu sholat itu wajib. Jadi sholat itu wajib dan kedepannya tidak ada lagi alasan, teristimewa kepada ummat Nabi Muhammad. Kalau ummat Nabi lain tidak bertahan lama selesai Rasul selesailah ajarannya, Tapi ajaran Nabi Muhammad setelah tidak ada lagi Rasul maka dilanjutkan oleh ummatnya yang bernama ulama.

Ulama lah yang melanjutkan ajaran Nabi sehingga sampai hari ini masih tetap terjaga, itulah sebabnya oleh Nabi mengatakan “ulama dari kalangan ummat ku seperti Nabi-Nabi dari kalangan Bani Israil. Karena ulama-ulama dari ummat Nabi Muhammad terus melanjutkan dakwah-dakwah Nabi.

Ajaran Bani Israil selesai setelah Nabi tidak ada lagi karena tidak ada penulisan terhadap ajaran didalam kitab. Sedangkan ajaran Nabi Muhammad ada penulisan contohnya Mazhab Syafi’i berapa banyak kitab sampai sekarang berisi ajaran Nabi Muhammad. Penulisan itu bagian dari pada pengkaderan.

Kenapa diantara banyak Mazhab yang bertahan yang bertahan hanya 4? karena yang 4 ini ada pengkaderannya dan dilanjutkan oleh murid-muridnya, ditulis dalam kitabnya.
Mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hambali. Mazhab yang lain hilang seperti Mazhab Sofyan TSuri, Mazhab Daud Zhahiri, Mazhab Ibnu Abbas karena tidak ditulis.

Kalau Tgk yang Alim mendirikan Balai pengajian dan Dayah dan mengajar, maka kedepan akan lahir kader-kader nya dan mereka yang akan melanjutkan estafet dakwahnya. Dan ada juga Tgk yang Alim pulang dari Dayah misalnya jualan, jadi selesai sampai disitu tujuannya hanya mencari uang. Paling kalau anaknya sudah besar harus mulai dari nol lagi untuk belajar ke Dayah.

Kalau seorang Tgk dikatakan hebat dan sudah terjun di bidang ekonomi dibandingkan bukan dengan Tgk-tgk lagi tapi justru dengan pelaku ekonomi. Dan pada dasarnya pengkaderan itu sangatlah penting.

“Supaya tidak ada bagi manusia atas Allah itu alasan, dikatakan setelah mengutus para Rasul kepada mereka itu.” Maka berkata mereka itu jikalau tidak diutuskan kepada kami akan Rasul-Rasul maka ikut akan ayat-ayat engkau, dan diantaranya adalah orang-orang yang beriman. Maka kami bangkit kan akan Rasul mereka itu untuk mematahkan alasan mereka, karena orang kafir itu pernah mengatakan pada waktu itu (sebelum ada Rasul) ya Tuhan kami mengapa tidak diutus kepada kami akan seorang Rasul, tapi setelah diutus oleh Allah Rasul-Rasul mereka juga tetap tidak beriman.

“Dan adalah Allah maha perkasa pada kerajaan_Nya lagi Allah sangat bijaksana pada ciptaanya dan tidak ada kerajaan lain”
Tidak ada ciptaan Allah itu yang sia-sia semua berfaedah. Dan diturunkan ayat karena ada yang bertanya dari Yahudi tentang kenabian Muhammad SAW.

Allah berkata bersaksi menyatakan Allah akan kenabian mu dengan yang telah Allah turunkan kepada mu berupa Al Qur’an itu diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW.
Dan dalam Al-Qur’an itu disertai ilmu. Maka cukup lah Allah dan malaikat sebagai saksi, kalau tidak ada manusia tidak apa-apa. Sebab sudah diakui oleh Allah dan malaikatnya.

Al Qur’an sumber ilmu dan banyak macamnya baik yang sudah didapati secara terbuka maupun yang belum terbuka. Cara mengambil ilmu dalam Al-Qur’an adalah dengan menggunakan alat yaitu ilmu Nahwu,Saraf, Manthi’, Bayan, Ma’ani yang dipelajari didayah-dayah bukan harus bisa bahasa Arab saja tetapi harus mengerti tafsir. Maka sesuatu yang dipelajari itu harus ada guru nya supaya ada yang mengarahkan.

penulis : Ari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here